1. MEMILIKI IJIN EDAR
Sebagai produk perawatan yang membidik pasar luas dengan peredaran tiada batas, sang produsen haruslah mendaftarkan produknya kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau Dinas Kesehatan (Dinkes) sebelum masuk pasar dan digunakan banyak orang.
Mengapa?
Karena dengan didapatkannya ijin edar, produk terkait PASTILAH telah lulus uji keamanan sesuai standar yang ditetapkan oleh lembaga resmi tersebut diatas, sehingga keamanannya terjamin serta tidak menimbulkan "masalah tambahan" di kemudian hari.
2. MENCANTUMKAN BAHAN DI KEMASAN ATAU BROSUR
Produsen yang baik dan benar harus BERANI mencantumkan apa saja yang mereka masukkan ke dalam produk kebanggaan mereka setidaknya komposisi inti.
3. TERDAPAT CIRI KEASLIAN SESUAI PRODUSEN
Yang namanya beli di distributor, merupakan hak dan kewajiban pembeli untuk ekstra berhati-hati dan mencari informasi sebanyak mungkin . Jangan sampai penjelasan penjual dengan keadaan barang berbeda! Apabila Anda mendapati penjual yang plintat-plintut alias tidak konsisten dan tidak tahu produk, lebih baik cari penjual lain. Produk yang ia jual saja tidak tahu, bagaimana khasiatnya!
4. CARI REFERENSI SEBANYAK-BANYAKNYA MENGENAI PENJUAL
Jangan asal invite pin BB / SMS beberapa kali, tanya sekedarnya, dan transaksi, terlalu beresiko!
Coba "kerjai" penjual dengan banyak bertanya. Kalau ditengah jalan ia mendadak emosi karena tidak bisa menjawab pertanyaan calon pembeli, bisa jadi doi adalah plintut-ers seperti di poin 3! Wedeh
5. TESTIMONI
Agak klise dan gombal, itu kesan pertama mengenai testimoni. Mana yang asli, mana yang palsu, mana saya tahu!
Eits, tunggu dulu... Penulis mau kasih sedikit info mengenai cara membedakan testimoni asli dan palsu nih...
Firstly, FOTO PENGGUNA BUKAN JAMINAN! Jangan karena di testimoni itu ada foto pengguna (biasanya semacam before dan after) berarti yang ada di foto itu benar-benar pemakai. Bisa jadi itu editan, hehehe... Tapi, editan atau bukan tidak terlalu susah untuk dibedakan kok kalau mau jeli. Foto asli itu pasti gambarnya lebih tajam (coba bandingkan dengan aplikasi kamera 360 kalau bingung membedakannya), baik gambar objeknya maupun latar belakangnya.
Secondly, PERHATIKAN UNGKAPAN KESAKSIAN. Kalau terlalu berbunga-bunga bisa jadi orang itu dibayar untuk memberikan kesaksian palsu.
Thirdly, coba perhatikan ADA / TIDAKNYA SIGNATURE ATAU WATERMARK ONLINE SHOP TERKAIT . Kalau memang produk itu benar-benar bagus dan menghasilkan khasiat sesuai yang dijanjikan, seharusnya setiap penjual punya testimoni masing-masing, misalnya :
Naah... Sudah cukup jelas kah penjelasan dari penulis? Jadi, jangan ragu jangan bimbang. Tidak semua kosmetik murah ala online shop itu patut dicurigai kok. Dengan pintar memilih bisa saja kita mendapatkan hasil diluar dari yang dibayangkan, atau malah menjadi peluang bisnis baru dengan menjual ulang produk yang berkhasiat di kita-kita kepada calon pembeli baru. Siapa tahu! :)


tips dari gue sih mending beli di toko terpercaya... kalaupun mau online pastiin dia udah jualan lama banget. testi ga jaminan, gampang malsuinnya, 5 menit beres 30 testi
BalasHapusBenar. Semakin muluk-muluk kalimat yang dipergunakan biasanya patut dicurigai :)
Hapusmenurut saya kosmetik palsu di online itu bisa sampe 50% . kebanyakan seller nggak tau perkembangan produk jadi jual palsu karena sendirinya gabisa ngebedain mana palsu mana asli...
BalasHapusBenar :)
Hapus